Pra-Haul ke-43 Pendiri Pondok Pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kediri Perkuat Sinergi Pesantren, Kampus, dan Masyarakat

Purwoasri, Kediri – Dalam rangka menyambut Haul ke-43 KH. Badrus Sholeh Arief dan Ny. Hj. Azzah Badriyah wa Dzurriyatihima, Pondok Pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kediri menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pra-Haul yang berlangsung pada tanggal 17–20 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para pendiri pesantren sekaligus memperkuat sinergi antara pesantren, perguruan tinggi, santri, alumni, dan masyarakat umum.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Opening Ceremony Pekan Haul pada Ahad (17/05/2026) di depan Masjid Al-Hikmah Purwoasri yang dihadiri oleh para masyayikh, dzurriyah, pengurus pesantren, civitas akademika IAI Badrus Sholeh Kediri, santri, alumni, serta masyarakat sekitar. Acara pembukaan berlangsung khidmat sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian Pra-Haul dan Haul ke-43.

Pada hari yang sama, kegiatan Jalan Sehat berhasil menarik antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan. Ratusan peserta yang terdiri atas santri, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan warga sekitar turut berpartisipasi dalam kegiatan yang bertujuan mempererat kebersamaan dan membangun budaya hidup sehat. Kehadiran civitas akademika IAI Badrus Sholeh Kediri menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Hikmah.

Selain itu, Bazar Expo Santri dan Masyarakat yang berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Mei 2026, menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung. Berbagai stand menampilkan produk UMKM, hasil karya santri, produk kreatif mahasiswa, serta usaha masyarakat sekitar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana promosi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran kewirausahaan bagi para mahasiswa dan santri.

Memasuki hari kedua, Senin (18/05/2026), dilaksanakan Bahtsul Masa’il II Forum Musyawarah Pondok Pesantren Formal (FMPPF) se-Jawa Timur yang menghadirkan para pengasuh dan perwakilan pondok pesantren formal dari berbagai daerah. Forum ini menjadi sarana diskusi ilmiah dalam membahas berbagai persoalan keagamaan dan pendidikan yang berkembang di tengah masyarakat.

Pada Selasa (19/05/2026), kegiatan Pra-Haul diisi dengan Bimtek Juru Sembelih Halal Indonesia (JULEHA) yang diselenggarakan bekerja sama dengan IAI Badrus Sholeh Kediri. Kegiatan ini menghadirkan para instruktur JULEHA yang memberikan pemahaman mengenai tata cara penyembelihan halal sesuai syariat Islam dan standar JULEHA Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti oleh dosen, mahasiswa, santri, pengurus pesantren, serta masyarakat umum yang memiliki minat terhadap bidang halal dan ketahanan pangan. Melalui seminar ini, peserta memperoleh wawasan teoritis dan praktis mengenai pentingnya kompetensi juru sembelih halal dalam mendukung implementasi jaminan produk halal di Indonesia.

Pada malam harinya, suasana religius semakin terasa melalui kegiatan Lailatul Hadrah Ishari yang diikuti oleh jamaah dari berbagai daerah. Lantunan shalawat dan hadrah menggema sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW sekaligus doa bersama untuk para muassis Pondok Pesantren Al-Hikmah.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada Rabu (20/05/2026) dengan Khotmil Qur’an dan Tahlil Akbar di Maqbarah KH. Badrus Sholeh Arief. Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh keluarga besar pesantren, civitas akademika IAI Badrus Sholeh Kediri, alumni, serta masyarakat umum yang turut mendoakan para pendiri pesantren.

Puncak acara Haul ke-43 dilaksanakan pada Rabu malam (20/05/2026) dengan menghadirkan KH. Abdul Matin Djawahir, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur sekaligus Pengasuh PP Sunan Bejagung Tuban. Dalam mauidhoh hasanahnya, beliau mengajak jamaah untuk meneladani perjuangan para ulama dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan Pra-Haul dan Haul ke-43 ini, Pondok Pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kediri bersama IAI Badrus Sholeh Kediri berhasil menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bernilai spiritual dan keagamaan, tetapi juga edukatif, sosial, dan ekonomis. Keterlibatan aktif dosen, mahasiswa, santri, alumni, dan masyarakat menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pesantren, kampus, dan masyarakat dalam menjaga warisan perjuangan para ulama serta membangun kemaslahatan umat.

Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus melanjutkan perjuangan para pendiri Pondok Pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kediri.

Leave a Reply