Dua Dosen IAI Badrus Sholeh Kediri Sampaikan Gagasan di International Conference on Qur’anic Studies (ICQS) 2025

Surabaya – 6 November 2025


Dua dosen Institut Agama Islam (IAI) Badrus Sholeh Kediri kembali menorehkan prestasi akademik dengan menjadi presenter dalam ajang ilmiah bergengsi, International Conference on Qur’anic Studies (ICQS) 2025, yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Akbar Surabaya. Konferensi internasional ini mengusung tema besar “Transdisciplinary Approaches to Qur’anic Exegesis: Philosophy, Society, and Sciences.” Kegiatan tersebut menjadi forum ilmiah yang mempertemukan para cendekiawan, peneliti, dan akademisi untuk mengintegrasikan kajian tafsir Al-Qur’an dengan beragam disiplin ilmu seperti filsafat, sains, dan ilmu sosial.

Dalam forum akademik yang digelar di Perpustakaan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya saat sesi paralel, dua dosen IAI Badrus Sholeh mempresentasikan hasil riset yang memperkaya khazanah tafsir kontemporer:

Syaifudin menyampaikan gagasan dengan judul “Epistemology of Transdisciplinary Qur’anic Exegesis: Integrating Islamic Philosophy and Contemporary Hermeneutics in Understanding the Qur’an”. Mengupas hubungan antara filsafat Islam dan hermeneutika kontemporer dalam membangun pemahaman tafsir Al-Qur’an yang dinamis dan relevan dengan konteks modern.

Nunik Zuhriyah menyampaikan gagasan dengan judul “The Relevance of Al-Qur’an Values in Building Social Justice in the Digital Era”. Menyoroti relevansi nilai-nilai Al-Qur’an dalam membangun keadilan sosial di era digital, serta bagaimana nilai ilahiah dapat dijadikan fondasi etika di tengah perubahan teknologi dan sosial masyarakat modern.

Acara ini dihadiri oleh puluhan akademisi dari berbagai universitas, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk Australia, Mesir, dan Libya. Sejumlah pakar ternama turut memberikan keynote speech, di antaranya Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag dan Prof. Dr. H. Muhibbin Zuhri, M.Ag (UIN Sunan Ampel Surabaya), serta Dr. Khadeja Soude, MA dari Al-Asmarya Islamic University, Libya. ICQS 2025 membahas subtema Qur’an and Philosophy, Qur’an and Natural Sciences, Qur’an and Social Sciences, Contemporary Applications of the Qur’an, dan Qur’an and Multidisciplines. Forum ini berupaya memperkuat tradisi ilmiah yang menjembatani antara penafsiran Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan modern, sejalan dengan visi Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin.

Partisipasi dosen IAI Badrus Sholeh dalam konferensi ini menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung pengembangan tafsir Al-Qur’an yang kontekstual, ilmiah, dan berorientasi masa depan. “Kehadiran para dosen di forum seperti ICQS membuktikan bahwa pemikiran Islam dan sains modern dapat saling melengkapi dalam menjawab tantangan zaman,” ujar Syaifudin.

Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa untuk terus menggali nilai-nilai Al-Qur’an dengan pendekatan ilmiah lintas disiplin, demi melahirkan karya-karya akademik yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Leave a Reply