Lagi dan Lagi Dosen IAIBA Hadir Dalam International Forum

BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Tribakti (UIT) Kediri mengadakan Seminar Internasional Literasi Keuangan dengan tema “Investasi di Masa Depan: Belajar Tentang Pengaturan Keuangan Global”. Bertepatan pada tanggal 27 November 2025, yang bertempat di Balai KH. Mahrus Aly  pukul 08.00-12.00. Acara tersebut dibuka oleh  Dr. H. Ahmad Fauzi, Lc, M.HI (Dekan FEB UIT), dalam opening remark-nya, beliau nmenegaskan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi dalam membangun generasi yang siap menghadapi dinamika ekonomi global. Ia menyampaikan bahwa tema seminar “Investasi di Masa Depan: Belajar Tentang Pengaturan Keuangan Global” sangat relevan dengan tantangan masa kini, di mana digitalisasi, perubahan pasar, dan integrasi ekonomi dunia menuntut masyarakat untuk lebih cerdas dalam mengelola keuangan. Dr. Fauzi menekankan bahwa institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya memahami teori ekonomi, tetapi juga memiliki kemampuan praktik finansial yang bertanggung jawab, etis, dan selaras dengan nilai-nilai Islam. Ia mengapresiasi kehadiran para narasumber internasional dan nasional yang diharapkan dapat memberikan wawasan luas, serta mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh antusias sehingga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam pengelolaan keuangan pribadi maupun kontribusi terhadap pembangunan ekonomi bangsa. Dengan demikian, seminar ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas literasi keuangan dan memperkuat kesiapan generasi muda dalam menghadapi masa depan yang semakin kompetitif.

Acara tersebut menghadirkan beberapa narasumber, pertama Dr. Nuur Halimatus Sa’diah Masrukhin, Universitas Sains Islam Malaysia. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa literasi keuangan global kini menjadi keterampilan esensial yang menentukan ketahanan ekonomi individu dan negara. Ia menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi digital, globalisasi pasar keuangan, serta inovasi seperti aset digital, fintech, dan sistem pembayaran lintas negara menuntut masyarakat agar memiliki kemampuan memahami arus uang secara lebih komprehensif. Dr. Nuur menyoroti bahwa rendahnya literasi keuangan sering kali membuat masyarakat rentan terhadap penipuan, salah memilih instrumen investasi atau tidak mampu mengatur keuangan jangka panjang. Oleh karena itu, pendidikan keuangan harus menekankan prinsip perencanaan, disiplin finansial, pengendalian perilaku konsumtif, serta pemahaman risiko. Sebagai akademisi dari institusi Islam, beliau juga menekankan pentingnya integrasi nilai syariah dalam pengelolaan dan investasi, mulai dari memastikan kehalalan instrumen hingga menjunjung prinsip keadilan dan keberlanjutan. Dr. Nuur menutup materinya dengan ajakan agar generasi muda mampu menjadi global financial citizens yang cerdas, beretika, dan berwawasan internasional, serta siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan dengan pengetahuan dan sikap keuangan yang bertanggung jawab.

Pemateri kedua, Ibu Ismirani Saputri (Kepala OJK Kediri) Ismirani Saputri, Kepala OJK Kediri yang menyoroti pentingnya kesiapan masyarakat menghadapi dinamika keuangan global. Ibu Ismirani menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi dunia, termasuk digitalisasi keuangan, volatilitas pasar, dan munculnya aset kripto, menuntut regulasi jasa keuangan yang semakin adaptif dan selaras dengan standar internasional. Dalam konteks ini, OJK memperkuat pengawasan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memastikan perlindungan konsumen. Beliau juga menekankan bahwa literasi keuangan menjadi kunci bagi generasi muda agar mampu mengelola keuangan secara bijak, memahami profil risikonya, serta memilih instrumen investasi yang aman dan legal. OJK mendorong masyarakat agar selalu memeriksa legalitas lembaga keuangan dan menghindari investasi bodong dengan memastikan semua produk telah terdaftar dan diawasi.

Pemateri ketiga, Ali Zainal Abidin (Gus Ebiet) MUI Jawa Timur yang menekankan pentingnya membangun kesadaran finansial yang selaras dengan nilai-nilai etika dan prinsip syariah. Beliau menjelaskan bahwa perkembangan sistem keuangan global memberi peluang sekaligus tantangan bagi umat, terutama terkait maraknya instrumen investasi digital, pergeseran perilaku konsumsi, dan semakin cepatnya aliran informasi. Menurutnya, literasi keuangan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus mempertimbangkan keberkahan, keadilan, dan kemaslahatan sebagaimana diajarkan dalam prinsip ekonomi Islam. Gus Ebiet menyoroti pentingnya memilih instrumen investasi yang halal, bebas riba, gharar, dan maysir, serta memastikan legalitas lembaga pengelola dana. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami risiko dan tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Selain itu, ia mengajak generasi muda untuk menjadikan literasi keuangan sebagai bagian dari tanggung jawab moral agar mampu mengelola harta secara amanah, proporsional, dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. Gus Ebiet menutup materinya dengan pesan bahwa investasi masa depan bukan hanya soal akumulasi kekayaan, tetapi juga bagaimana mengelola dan menyalurkan harta untuk tujuan yang produktif, berkelanjutan, dan bernilai ibadah.

Pada acara ini dosen IAIBA juga turut hadir dan menyimak paparan dari berbagai narasumber terkait pengaturan keuangan global yakni Bapak Ilyas Adhi Purba, M.E. Semoga segala ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi semua civitas akademika IAIBA.

Leave a Reply