IAI Badrus Sholeh Ikut Mendorong Transformasi Digital dan Pemanfaatan Data untuk Mewujudkan Kebijakan Pendidikan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Pada tanggal 29 Oktober 2025, Pemerintah Kabupaten Kediri mengadakan Forum Akademisi Terbuka yang dihadiri oleh berbagai akademisi, praktisi, dan pejabat pemerintah. Acara ini mengusung tema “Pemanfaatan Data Terbuka dan Literasi Digital dalam Perumusan Kebijakan dan Penelitian Ilmiah”, yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara dunia akademik, pemerintahan, dan sektor lainnya dalam memanfaatkan teknologi dan data untuk pembangunan yang lebih baik.

Ikatan Alumni IAI Badrus Sholeh turut berpartisipasi dalam acara ini, memainkan peran penting dalam mendorong pemanfaatan data dan teknologi untuk menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis bukti, khususnya dalam sektor pendidikan. Melalui peran serta IAI Badrus Sholeh, forum ini menjadi wadah penting untuk diskusi mengenai peran data pilah (segmented data) dalam mendukung kebijakan pendidikan yang merata di Kabupaten Kediri, serta bagaimana transformasi digital dapat mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah.

Salah satu tema utama yang dibahas dalam forum ini adalah pentingnya penggunaan data pilah dalam kebijakan pendidikan. Sanusi, anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri, menjelaskan bagaimana data pilah memungkinkan pemerintah untuk lebih memahami ketimpangan pendidikan yang ada, seperti perbedaan akses pendidikan antara anak-anak perempuan di pedesaan dan anak-anak dengan disabilitas. Dengan data tersebut, kebijakan pendidikan yang lebih inklusive dapat dirancang, termasuk beasiswa untuk kelompok rentan dan akses pendidikan bagi penyandang disabilitas.

IAI Badrus Sholeh menyoroti bagaimana data yang terstruktur dengan baik dapat membantu merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, dengan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Dalam diskusi ini, alumni IAI Badrus Sholeh menekankan bahwa literasi digital di kalangan masyarakat dan pemerintah menjadi kunci untuk meningkatkan pemanfaatan data dalam perumusan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, pembahasan tentang tata kelola data yang transparan dan efisien juga menjadi sorotan dalam forum ini. Para narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan peran penting statistik resmi dalam perumusan kebijakan berbasis data. IAI Badrus Sholeh, dalam partisipasinya, menekankan bagaimana penguatan ekosistem data terbuka akan mendorong peningkatan kualitas layanan publik dan transparansi dalam pemerintahan, yang pada akhirnya mendukung program-program prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Sebagai bagian dari kegiatan ini, IAI Badrus Sholeh berperan penting dalam mendorong kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha. IAI Badrus Sholeh menyarankan agar kolaborasi ini diperkuat melalui program-program riset yang melibatkan universitas dan sektor publik, dengan tujuan menghasilkan solusi berbasis data untuk masalah-masalah sosial-ekonomi yang dihadapi oleh daerah. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah Kabupaten Kediri yang ingin memperkuat literasi digital di seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan publik.

Forum Akademisi Terbuka pada 28 Oktober 2025 ini berhasil mempertemukan berbagai pihak untuk membahas peran data terbuka dan literasi digital dalam menciptakan kebijakan publik yang lebih inklusif dan berbasis bukti. IAI Badrus Sholeh menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi digital yang berkelanjutan, yang akan menjadi pilar penting dalam mencapai tujuan pembangunan yang lebih efisien, transparan, dan inklusif di Kabupaten Kediri. Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, kita dapat mempercepat pencapaian tujuan bersama untuk menciptakan Kabupaten Kediri yang lebih maju dan sejahtera.

Leave a Reply