Mahasiswa IAIBA Dorong Peran Generasi Muda dalam Merawat Kebhinekaan di Ruang Digital dalam Kegiatan FGD Dialog Kebangsaan

Kediri, 13 Agustus 2026 — Mahasiswa Institut Agama Islam Badrus Sholeh (IAIBA) Kediri menghadiri undangan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri untuk mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Dialog Kebangsaan dengan tema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital.”

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di Kantor BKPSDM Kabupaten Kediri, Lantai 2. IAIBA mengirimkan delegasi sebanyak 4 mahasiswa untuk berpartisipasi dalam forum yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dan generasi muda dalam membahas isu kebangsaan di tengah perkembangan ruang digital.

FGD Dialog Kebangsaan ini menjadi ruang diskusi untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Perkembangan teknologi dan media digital memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk memperoleh dan menyebarkan informasi, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan berupa polarisasi, penyebaran informasi yang tidak benar, serta berbagai bentuk perbedaan pandangan yang berpotensi memengaruhi kerukunan sosial.

Dalam forum tersebut, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, gagasan, dan pertanyaan terkait persoalan kebangsaan. Salah satu mahasiswa IAIBA, Fajar Maulana, turut aktif dalam sesi diskusi dengan mengajukan pertanyaan kepada narasumber.

Keaktifan mahasiswa dalam forum tersebut menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya dialog yang sehat serta merawat persatuan di tengah keberagaman. Sikap kritis, terbuka terhadap perbedaan, dan bijak dalam menggunakan ruang digital menjadi bagian penting dari karakter generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa.

Bagi IAIBA, keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman belajar yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam berbagai forum sosial dan kebangsaan.

Melalui kegiatan FGD Dialog Kebangsaan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, melainkan nilai yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berinteraksi di ruang digital.

Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjadikan ruang digital sebagai ruang yang mendorong persatuan, dialog, edukasi, dan penyebaran informasi yang positif, bukan menjadi ruang yang memperbesar perbedaan dan polarisasi.

Keikutsertaan 4 mahasiswa IAIBA dalam FGD ini sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendorong mahasiswa menjadi generasi yang memiliki wawasan kebangsaan, mampu berpikir kritis, serta berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika kehidupan masyarakat dan perkembangan ruang digital.

Leave a Reply