SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Institut Agama Islam (IAI) Badrus Sholeh. Lima dosen IAI Badrus Sholeh terpilih sebagai peserta dalam ajang akademik The 8th Annual Conference for Muslim Scholars (ANCOMS) 2026, yang diselenggarakan oleh Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IV Surabaya pada 3–4 November 2026 di Hotel Santika Surabaya.
ANCOMS 2026 mengangkat tema “Preserving Local Wisdom, Strengthening Islamic Identity: Challenges and Opportunities for Muslim Scholars”. Tema tersebut menekankan pentingnya pelestarian kearifan lokal sebagai bagian dari penguatan identitas keislaman di tengah dinamika masyarakat modern.
Dalam konferensi ini, lima dosen IAI Badrus Sholeh membawa penelitian yang mengangkat kekayaan tradisi dan budaya lokal, khususnya yang berkembang di wilayah Kediri dan Jawa Timur. Penelitian tersebut mengkaji bagaimana nilai-nilai Islam berdialog, berinteraksi, dan bernegosiasi dengan praktik budaya masyarakat.
Adapun lima dosen beserta judul penelitian yang diusung adalah sebagai berikut:

- Maftah Rozani Al-Am, S.Pd.I., M.Pd.
Judul penelitian: “Negotiation of Islamic Values and Local Wisdom in Jemblung Performing Arts in Kediri.”
Penelitian ini mengkaji proses negosiasi nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dalam seni pertunjukan Jemblung di Kediri. Kajian ini berupaya mengungkap bagaimana seni pertunjukan tradisional menjadi media penyampaian pesan keislaman sekaligus pelestarian budaya lokal.

- Nikmatul Azizah, M.Pd.
Judul penelitian: “Tahlilan as Local Wisdom and the Formation of a Moderate Muslim Identity amongst Santri and Generation Z Students.”
Penelitian ini membahas tradisi Tahlilan sebagai bentuk kearifan lokal yang berkontribusi terhadap pembentukan identitas Muslim moderat, khususnya di kalangan santri dan mahasiswa Generasi Z.

- Binti Su’aidah Hanur, M.Pd.
Judul penelitian: “The Dialectics of Javanese Adat from the Perspective of the Qur’an: Reconstructing the Meaning of Satak Sawe in the Kembar Mayang Redemption Ritual.”
Penelitian ini mengkaji dialektika adat Jawa dalam perspektif Al-Qur’an melalui rekonstruksi makna Satak Sawe dalam ritual penebusan Kembar Mayang. Kajian ini mempertemukan pemahaman tradisi Jawa dengan nilai-nilai dan prinsip ajaran Al-Qur’an.

- Nunik Zuhriyah, M.Pd.I.
Judul penelitian: “Mbeleh Golekan Tradition in Kediri: A Negotiation Between Local Wisdom and Moderate Islamic Identity.”
Penelitian ini mengangkat tradisi Mbeleh Golekan di Kediri dengan menyoroti hubungan antara kearifan lokal dan pembentukan identitas Islam moderat. Kajian ini menunjukkan pentingnya memahami tradisi masyarakat melalui perspektif keislaman yang kontekstual.

- Ita Ma’rifatul Fauziyah, M.H.
Judul penelitian: “Caring for Parents, Inheriting the Family Home: Ngragil Tradition Between Local Wisdom and Islamic Inheritance Justice in East Java.”
Penelitian ini membahas tradisi Ngragil yang berkaitan dengan tanggung jawab merawat orang tua dan pewarisan rumah keluarga. Kajian tersebut menganalisis hubungan antara kearifan lokal masyarakat Jawa Timur dengan prinsip keadilan dalam hukum waris Islam.
Keikutsertaan kelima dosen tersebut menunjukkan bahwa kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya yang perlu dilestarikan, melainkan juga sumber pengetahuan yang memiliki nilai akademik dan relevansi dalam pengembangan pemikiran Islam. Berbagai tradisi yang hidup di tengah masyarakat dapat menjadi objek penelitian untuk membangun dialog antara agama, budaya, dan realitas sosial.
Partisipasi dalam ANCOMS 2026 diharapkan dapat memperluas jejaring akademik, meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, serta memperkuat eksistensi IAI Badrus Sholeh dalam pengembangan keilmuan Islam.
Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika IAI Badrus Sholeh untuk terus meningkatkan produktivitas penelitian, mengembangkan kajian berbasis kearifan lokal, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Lima dosen, lima penelitian, satu semangat: merawat kearifan lokal, memperkuat identitas Islam, dan membawa tradisi Nusantara ke panggung akademik.


