HARI KEDUA TALKSHOW “SANTRI CREATIVEPRENEUR”: Perkuat Semangat Santri Creativepreneur melalui Kolaborasi Dunia Usaha dan Pemberdayaan UMKM

Kediri, 20 Oktober 2026 — Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di Institut Agama Islam (IAI) Badrus Sholeh berlanjut pada hari kedua melalui kegiatan talkshow bertajuk “Santri Berkarya, Santri Berdaya” dengan tema “Membangun Generasi Santri Creativepreneur dari Pesantren untuk Negeri”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas wawasan mengenai kreativitas, kewirausahaan, serta strategi mengembangkan usaha yang berdaya saing.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa IAI Badrus Sholeh serta undangan dari kalangan pelaku UMKM di sekitar kampus, dengan jumlah peserta kurang lebih 500 orang. Kehadiran peserta dari kalangan akademisi dan pelaku usaha menjadikan kegiatan ini sebagai ruang berbagi pengetahuan sekaligus membangun sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kewirausahaan.

Talkshow hari kedua menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman di bidang media, pemerintahan, dan pemberdayaan usaha. Pemateri pertama adalah KH. Khusnul Arif, S.Sos., selaku CEO Media Nusantara Network sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai NasDem. Sementara itu, pemateri kedua adalah Ibu Sulistyaningsih, selaku Manajer Rumah BUMN dan fasilitator UMKM. Jalannya kegiatan dipandu oleh Isma Nur Rokhim, M.Pd., selaku moderator.

Pembahasan mengenai kewirausahaan menjadi relevan bagi mahasiswa yang ingin mulai merintis usaha maupun pelaku UMKM yang berupaya mengembangkan bisnisnya. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh perspektif baru bahwa membangun usaha membutuhkan keberanian untuk memulai, kemauan untuk terus belajar, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar.

Secara garis besar, materi yang diangkat dalam talkshow ini berfokus pada pengembangan semangat Santri Creativepreneur, yakni mendorong santri dan generasi muda agar mampu mengenali potensi diri, mengembangkan kreativitas, serta membangun kemandirian melalui kegiatan usaha. Semangat kewirausahaan tersebut perlu didukung dengan kemampuan membaca peluang, mengelola usaha, memanfaatkan perkembangan teknologi, serta membangun jejaring yang dapat menunjang keberlanjutan bisnis. Di sisi lain, nilai-nilai kesantrian seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia tetap menjadi landasan dalam menjalankan usaha agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Salah satu sesi menarik dalam kegiatan hari kedua adalah presentasi usaha yang dilakukan oleh mahasiswa IAI Badrus Sholeh yang telah memiliki usaha. Pada sesi ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan usaha yang dijalankan sekaligus menyampaikan pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan bisnis.

Presentasi tersebut kemudian mendapatkan tanggapan dan pengarahan dari kedua narasumber. Melalui masukan yang diberikan, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengevaluasi dan mengembangkan usaha mereka, baik dari sisi pengelolaan, strategi pengembangan, maupun upaya meningkatkan daya saing bisnis.

Keterlibatan mahasiswa sebagai pelaku usaha sekaligus menunjukkan bahwa semangat Santri Creativepreneur dapat diwujudkan melalui langkah nyata. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami konsep kewirausahaan secara teoritis, tetapi juga didorong untuk berani mempraktikkannya, mengembangkan inovasi, serta menjadikan pengalaman sebagai bagian dari proses belajar.

Setelah rangkaian penyampaian materi dan presentasi usaha mahasiswa selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara narasumber, moderator, dan peserta. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan partisipasi mereka dalam mendukung kegiatan edukatif tersebut.

Melalui rangkaian kegiatan hari kedua ini, peringatan Hari Santri Nasional di IAI Badrus Sholeh diharapkan mampu memperkuat semangat mahasiswa dan pelaku UMKM untuk terus berinovasi, mengembangkan usaha, serta membangun kemandirian ekonomi. Semangat “Santri Berkarya, Santri Berdaya” menjadi pengingat bahwa santri memiliki peluang untuk mengambil peran lebih luas dalam masyarakat, tidak hanya melalui penguatan ilmu dan akhlak, tetapi juga melalui kreativitas, kewirausahaan, dan karya nyata yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negeri.

Dilaporkan oleh :

TIM PUBLIKASI HARI SANTRI NASIONAL

Leave a Reply