TALKSHOW “SANTRI BERKARYA, SANTRI BERDAYA” : Ning Dian Fatimatussalwa Ajak Santri Kenali Jati Diri dan Kembangkan Jiwa Creativepreneur

Kediri, 19 Oktober 2026 — Peringatan Hari Santri Nasional Institut Agama Islam (IAI) Badrus Sholeh enyelenggarakan talkshow bertajuk “Santri Berkarya, Santri Berdaya” dengan tema “Membangun Generasi Santri Creativepreneur dari Pesantren untuk Negeri”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 19 Oktober 2026 ini menjadi ruang inspirasi bagi generasi muda untuk mengenali potensi diri, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan semangat kemandirian melalui kewirausahaan.

Talkshow pada hari pertama ini menghadirkan Ning Dian Fatimatussalwa, owner @butikninge.ladies, sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, ia membahas konsep Santri Creativepreneur, yakni bagaimana santri mampu memadukan nilai-nilai kesantrian dengan kreativitas, inovasi, dan semangat berwirausaha di tengah perkembangan zaman. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa IAI Badrus Sholeh serta peserta undangan dari sejumlah lembaga pendidikan di sekitar kampus, meliputi Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Secara keseluruhan, kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 500 peserta yang antusias mengikuti rangkaian acara.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Senat IAI Badrus Sholeh, Dr. Nyai Hj. Noer Chalida Badrus, M.H.I., serta KH. Abdul Wahid Badrus. Selanjutnya, talkshow dipandu oleh Ning Faiqoh Himmah, Lc., M.Pd., selaku moderator, yang mengarahkan jalannya diskusi bersama narasumber.

Adapun sekilas materi yang disampaikan oleh narasumber, Ning Dian Fatimatussalwa, berfokus pada pentingnya menjadi santri yang mampu mengenali jati diri, memahami potensi yang dimiliki, serta berani mengembangkan kreativitas dan kemandirian. Melalui konsep Santri Creativepreneur, generasi muda diajak untuk tidak hanya menjadikan nilai-nilai pesantren sebagai pedoman dalam kehidupan, tetapi juga sebagai landasan untuk berkarya, berwirausaha, dan menciptakan peluang yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, santri diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas, akhlak, dan nilai-nilai kesantrian yang menjadi ciri khasnya.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Sejumlah siswa dari Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) turut mengajukan pertanyaan seputar materi yang disampaikan. Keaktifan mereka menunjukkan ketertarikan terhadap pembahasan Santri Creativepreneur, khususnya mengenai pentingnya mengenali potensi diri, mengembangkan kreativitas, serta membangun keberanian untuk memulai usaha sejak usia muda.

Kehadiran Ning Dian Fatimatussalwa sebagai owner @butikninge.ladies juga memberikan konteks yang relevan bagi pembahasan mengenai kewirausahaan. Dunia usaha membutuhkan kreativitas, ketekunan, kemampuan membaca peluang, serta keberanian untuk memulai dan terus belajar dari proses yang dijalani.Bagi mahasiswa, semangat tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengidentifikasi keterampilan yang dimiliki, mengembangkan ide usaha, memanfaatkan teknologi digital, hingga membangun produk atau layanan yang memiliki nilai tambah. Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi pengguna perkembangan zaman, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai pencipta inovasi.

Namun, menjadi seorang creativepreneur bukan semata-mata tentang memperoleh keuntungan. Kewirausahaan juga perlu dibangun di atas prinsip kejujuran, tanggung jawab, kebermanfaatan, dan etika. Dengan menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai landasan, usaha dapat berkembang sekaligus memberi dampak positif bagi sekitar.

Peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran santri dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan menghadapi tantangan masa depan. Santri diharapkan mampu memadukan kedalaman ilmu, kemuliaan akhlak, kreativitas, serta kemandirian dalam kehidupan nyata.

Dengan semangat Santri Creativepreneur, generasi santri diharapkan tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan masyarakat luas.

Dilaporkan oleh :

TIM PUBLIKASI HARI SANTRI NASIONAL

Leave a Reply