KEDIRI — Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti Institut Agama Islam Badrus Sholeh Kediri pada Kamis (24/9/2026) dalam kegiatan Kuliah Tamu Internasional bersama Syaikh Dr. Fadi Fuad Alamuddin Al Husaini dari Global University, Libanon. Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi civitas akademika IAI Badrus Sholeh karena dihadiri ulama’ sekaligus akademisi dari Libanon yang memberikan penguatan wawasan keislaman kepada para dosen dan mahasiswa. Dalam sambutannya, Ketua Senat IAI Badrus Sholeh, Dr. Nyai Hj. Noer Chalida Badrus, M.H.I., menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Syaikh Dr. Fadi di lingkungan IAI Badrus Sholeh. Menurutnya, kedatangan seorang ulama dari Libanon merupakan sebuah anugerah yang patut disyukuri. “Beliau datang jauh-jauh dari Libanon untuk berdakwah dan berbagi ilmu di pondok pesantren dan perguruan tinggi Islam di Indonesia” ungkapnya.
Dalam kuliah tamu, Syaikh Dr. Fadi Fuad Alamuddin Al Husaini mengangkat pembahasan yang sangat mendasar sekaligus fundamental dalam kehidupan seorang Muslim, yaitu iman kepada Allah dan ma’rifatullah, yakni mengenal Allah SWT. Syaikh menjelaskan bahwa kehidupan seorang Muslim, termasuk seluruh aktivitas ibadah yang dilakukan, semestinya dibangun di atas fondasi keimanan kepada Allah SWT. Ibadah tidak hanya dipahami sebagai aktivitas lahiriah, tetapi harus berangkat dari keyakinan yang benar kepada Allah sebagai Tuhan yang disembah. Menurut penjelasan Syaikh, iman kepada Allah merupakan fondasi utama, sedangkan ma’rifatullah memberikan kedalaman dalam hubungan seorang hamba dengan Tuhannya. Semakin seseorang mengenal Allah, semakin ia memahami kepada siapa ibadah tersebut ditujukan dan mengapa dirinya harus beribadah. Ma’rifatullah dalam konteks ini bukan sekadar mengetahui nama atau sifat-sifat Allah secara teoritis, melainkan menghadirkan kesadaran dalam kehidupan bahwa Allah adalah Dzat yang menciptakan, mengatur, mengawasi, dan menjadi tujuan penghambaan manusia.

Gambar 1. Syaikh Dr. Fadi Fuad Alamuddin Al Husaini dari Global University, Libanon, menyampaikan kuliah tamu internasional di Institut Agama Islam Badrus Sholeh Kediri.
Dengan demikian, seorang Muslim tidak cukup hanya menjalankan ibadah secara rutinitas. Ibadah perlu disertai dengan iman, keyakinan, kesadaran, dan pengenalan kepada Allah SWT. Ketika seorang hamba mengenal Allah, ibadah yang dilakukan diharapkan tidak berhenti pada gerakan dan kewajiban formal, tetapi melahirkan ketundukan, keikhlasan, kecintaan, dan kedekatan kepada-Nya. Pesan tersebut menjadi salah satu inti penting kuliah tamu. Syaikh mengajak para mahasiswa dan dosen untuk kembali melihat hakikat kehidupan seorang Muslim: bahwa seluruh pengabdian kepada Allah harus berdiri di atas iman yang kokoh dan upaya untuk mengenal Allah SWT.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Sejumlah mahasiswa dan dosen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai pertanyaan seputar keimanan, ma’rifatullah, serta persoalan keislaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Syaikh Dr. Fadi Fuad Alamuddin Al Husaini memberikan jawaban atas setiap pertanyaan dengan jelas, sistematis, dan gamblang, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi yang disampaikan. Antusiasme peserta dalam berdiskusi menunjukkan tingginya minat civitas akademika IAI Badrus Sholeh terhadap kajian keislaman yang disampaikan langsung oleh ulama dan akademisi dari dunia Islam internasional.
Suasana kuliah tamu menjadi semakin istimewa ketika Syaikh Dr. Fadi membawa sepotong rambut yang dinisbatkan sebagai rambut Nabi Muhammad SAW. Benda tersebut kemudian diperlihatkan kepada para dosen dan mahasiswa yang hadir. Momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi civitas akademika IAI Badrus Sholeh. Para dosen dan mahasiswa diberikan kesempatan untuk melihatnya secara langsung sembari memanjatkan doa dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.


mendapatkan kesempatan menyaksikan sepotong rambut yang dibawa Syaikh Dr. Fadi dan dinisbatkan sebagai rambut Nabi Muhammad SAW
Bagi para peserta, kesempatan tersebut menjadi sebuah momen yang sangat langka dan penuh makna. Tidak hanya karena dapat menyaksikan secara langsung benda yang dikaitkan dengan Rasulullah SAW, tetapi juga karena momen tersebut menghadirkan suasana spiritual yang memperkuat kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan. Pembacaan shalawat dan doa mengiringi kesempatan para peserta ketika menyaksikan rambut Nabi SAW yang dibawa oleh Syaikh Dr. Fadi.
Gambar 3 & 4. Foto Bersama dengan Syaikh Dr. Fadi Fuad Alamuddin
Kehadiran Syaikh Dr. Fadi dari Libanon pada akhirnya tidak hanya meninggalkan pesan akademik, tetapi juga menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam bagi seluruh peserta. Sebuah perjumpaan yang mempertemukan ilmu, dakwah, ukhuwah, dan kecintaan kepada Allah SWT serta Rasulullah SAW.
Ditulis Oleh :
Fatimah, S.Hum., M.Pd.I.
Wakil Rektor III IAI Badrus Sholeh Kediri


