Dusun Sentul Barat, Desa Tiru Lor – Minggu (3/8/2025), posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Badrus Sholeh dipadati warga mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak. Sebanyak enam orang perwakilan dari setiap RT bersama beberapa anak berkumpul mengikuti pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah yang diadakan mahasiswa KKN. Kegiatan ini mengusung tema pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin hias, sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menambah keterampilan warga dalam membuat produk bernilai jual.
Program yang digagas mahasiswa ini berlangsung atas koordinasi dengan Kepala Dusun Sentul Barat. “Kami ingin limbah yang biasanya dibuang percuma bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan menghasilkan,” ujar salah satu anggota KKN.

Proses pembuatan lilin dimulai dengan penjernihan minyak jelantah menggunakan arang aktif. Minyak jelantah direndam bersama arang selama 24 jam untuk menghilangkan bau dan kotoran. Setelah itu, minyak yang sudah bersih dicampur dengan bahan pengeras dengan perbandingan 1:1. Dalam sesi praktik bersama warga, mahasiswa memandu tahap pencampuran, pemanasan, hingga pemberian warna dan aroma. Warga kemudian bebas menuangkan kreativitas saat proses pencetakan dan menghias lilin.
Antusiasme terlihat dari semangat para peserta, termasuk anak-anak yang ikut menyimak dan membantu menghias lilin. “Senang bisa belajar cara memanfaatkan minyak bekas, ternyata bisa cantik dan wangi begini,” ungkap salah satu peserta.
Warga juga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN karena telah menghadirkan pelatihan yang bermanfaat. “Selama ini minyak bekas kami buang begitu saja. Dengan pelatihan ini, kami jadi tahu cara mengolahnya menjadi barang berguna,” kata seorang perwakilan warga.
Selain memperkenalkan keterampilan baru, mahasiswa berharap pelatihan ini dapat membuka peluang usaha kecil berbasis ramah lingkungan. Dengan modal yang terjangkau dan bahan baku yang mudah didapat, lilin hias dari jelantah berpotensi menjadi produk kreatif khas Dusun Sentul Barat.


